ETIKA DAN EKONOMI



“Moral didefinisikan sebagai standar perilaku yang dapat diterima oleh masyarakat (benar) ataukah tidak (salah). Filosofi atas suatu standar moral setiap masyarakat dapat berbeda-beda, dan alasaat  inilah yang dikenal dengan istilah etika. Suatu prilaku yang diangggap rasional oleh paham konvensional dapat dianggap tidak rasional dalam pandangan islam, demikian pula sebaliknya”.

Karakter etika islam sangat berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan dirinya sendiri, dan manusia dengan masyarakat. Islam menunjuk manusia yang bebas dan bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mewujudkan karakternya. Islam selalu menghendaki manusia agar selalu peka terhadap lingkungannya.

Ada 4 hipotesis yang dimiliki system ekonomi islam, yaitu :
a)      Kegiatan ekonomi berhubungan erat lewat kesatuan, dengan lingkungan etika manusia.
b)      Suatu kesetimbangan yang adil diantara dasar-dasar produksi, konsumsi, dan slauran distribusi.
c)      Kehendak bebas antara perpaduan kebebasan ekonomi individu dan pengendalian Negara.
d)     Pertanggung jawaban menurut dibuatnya kebijakan distribusi dan penganalisaan sumber-sumber penghasilan diantara berbagai kelompok dari berbagai kelompok dan golongan masyarakat.

System ekonomi berlandaskan kepada ketuhanan dan etika. Ekonomi islam akan mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Tetapi, ini bukanlah sebagai tujuan akhir seperti ekonomi lainnya.[1]
“ekonomi islam bertitik tolak dari Allah sebagai satu-satunya sembahan dan memiliki tujuan akhit pada Allah juga ( Allah kaghayyatul ghayyah)”.
Etika islam juga menuntun dan mengajarkan manusia untuk saling tolong menolong. “system ekonomi yang moderat, tidak menyakiti dan mengangkat yang lemah ( kebalikan dari kapitalis ), namun juga mengakui hak dan prestasi individu dan masyarakat ( kebalikan dari sosialis )”.[2]
Didalam pembahasan ekonomi islam haruslah dipahami bahwa ekonomi islam sangat mengarah terhadap akidah-akidah islam yang bersumberkan dari syariat, Al-Qur’an dan As Sunnah. Agar ekonomi islam ini dapat memberikan penjelasan yang benar tentang istilah kebutuhan, keinginan, dan kelangkaan, maka sebelumnya haruslah dibuat kerangka islami guna memecahkan permasalahan ekonomi yang ada. Ekonomi islam ini bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan individu dalam konteks dunia dan akhirat


·         [1] Prof Dr.. H Veizhal Rivai, MBA, ir. H. Andi Buchari, M.M.2009. Islamic Economics. PT. Bumi Aksara. Jakarta.hal. 25

[2] Ibid hal. 26

0 Response to "ETIKA DAN EKONOMI"

Posting Komentar