Sebelum kedatangan Nabi Muhammad, kota
Yatsrib atau Madinah masih dalam keadaan sngat kacau. Mereka belum memiliki
pemimpin yang berdaulat, disana hanya dihuni oleh beberapa suku, diantaranya
dua suku besar, yaitu Aus dan khasraj, dan terbagi atas 12 kaum. 10 diantaranya
adalah Yahudi yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubayy. Ia berambisi untuk menjadi
raja di Madinah.pada saat itu antar kelompok masih saling bertikai karena belum
adanya hukuk dan pemerintahan. Yahudi menjadi kelompok terkaya dan terkuat,
namun sistem perekonomiannya masih lemah dan hanya bertopang pada bidang
pertanian dan peternakan, karena belum adanya aturan, sehingga tidak ada
kewenangan ataupun sistem pajak dan fiskal.
Kota Madinah dan Tha’if adalah satu-satunya
bagian dari wilayah Hijaz yang lahan pertaniannya cukup subur karena cukup
kelembapan dan curah hujan. Maka dari itu mata pencaharian khusus penduduk
Madinah adalah agrikultura, hortikultura dan beternak. Selain di madinah dan
tha’if daerah di bagian Hijaz semuanya bersushu panas dan bercurah hujan
rendah.Jadi tidak mungkin untuk mata pencaharian agrikultura dan hortikultura.
Akan tetapi wadi yang tersebar serta pdang rumput yang tipis dan terbatas
memungkinkan suku-suku lain di Hijaz hidup secara nomaden. Hasil pertanian yang
utama di Madinah adalah kurma, anggur, buah dan gandum. Hasil peternakannya
yaitu sapi, onta, dan kuda.
Kegiatan perekonomian yang lain di Madinah
adalah pada sektor perdagangan, karena mayoritas penduduk madinah adalah bangsa
arab dari arab bagian selatan dan tempat asal mereka adalah yaman. Pada
dasarnya di Yaman sudah dibangun rute dagang yang memungkinkan terjadinya
perdagangan antara India disatu sisi dan Syiria, Mesir, Romawi disisi yang
lain. Karena ada suatu hal yang membuat mereka mengalami penurunan dalam
industri pertanian, maka oarang-orang Yaman mulai beremigrasi menuju daerah
pusat dan wilayah utara Hijaz, kemudian menetap di Madinah dan sektor ini telah
dilakukan dahulu kala.
Perdaganagn orang Quraisy juga mulai tumbuh
pesat ketika Hasyim, kakek Rasulullah SAW. menjadi kepala suku. Beliau membuat
kesepakatan-kesepakatan perdagangan dengan bangsa Ethiopia, Mesir, Syiria dan
Yaman. Beliau juga membuat perjanjian dengan kaum Badui untuk memberikan
jaminan keamanan dan perlindungan kepada rombongan kaum dagang.
Sumber :
Sejarah pemikiran ekonomi islam
Penyusun
;adiwarman Azwar Karim , M.A.
Penerjemah; tim III t indonesia
Cetakan pertama, September 2001
Cetakan kedua, Januari 2002
0 Response to "EKONOMI PRA ISLAM"
Posting Komentar